Senin, 28 Juli 2014


Cerita ini bermula ketika saya dimutasi kerja di sebuah kota berinisial M. Saya dimutasi bukan karena bermasalah, tetapi karena bos pusat mengganggap saya berhasil meningkatkan omset penjualan outlet di daerah yang sebelumnya saya kelola di kota K. 
Sekedar informasi, nama saya Adi (30 thn) sudah menikah dan dikaruniai 2 orang anak. Saya masih memiliki keturunan darah cina, sehingga kulit saya tergolong lumayan putih dengan wajah yang bisa dibilang lumayan. Selama menikah selama 10 tahun, kehidupan saya dengan istri saya berjalan dengan harmonis. Walau kadang, ada saja pertengkaran kecil namun selalu bisa kami selesaikan. Dan untuk kehidupan seks, bisa dibilang sangat menggairahkan. Karena saya dan istri saya sama-sama bisa saling memahami dan memuaskan satu sama lain.
Akhirnya awal perjalanan kami dimulai. Untuk menuju kota M, saya dan keluarga saya harus melalui jalan darat selama 2 jam. Karena pesawat dari kota K hanya transit di kota S sebelum melanjutkan ke kota M. Di bandara kami dijemput oleh supir perusahaan yang langsung menggantar kami ke kota M. Setibanya di kota M, saya langsung bertemu dengan HRD setempat yang kemudian menyampaikan bahwa fasilitas rumah kontrakan sudah disediakan dan saya bisa langsung menuju ke rumah tersebut.
Fasilitas rumah yang diberikan perusahaan terbilang lebih dari cukup dan sangat membuat saya dan keluarga saya kerasan. Satu minggu di rumah baru kami habiskan dengan membongkar dan menata barang. Banyak juga tetangga yang mampir untuk berkenalan dan juga membantu. Salah satu diantaranya adalah Mbak Sari tetangga sebelah rumahku. Sari berumur 26 tahun, terpaut satu tahun di bawah istriku. Dia memiliki body yang montok dan juga toket yang lumayan ukurannya kira2 ukuran 34B. Dan yang membuat saya sangat tertarik adalah karena ternyata Sari ini janda kembang alias janda yang belum punya anak. Namun karena merasa sebagai seorang pendatang, maka pikiran aneh maupun mesum saya tepiskan.
Hari itu, seperti biasanya sepulang kerja di sore hari saya langsung membersihkan burung murai medan peliharaan saya sambil menikmati kopi hitam dan sebatang rokok. Tak lama sesudahnya, istri saya minta ijin akan keluar jalan-jalan dengan bu rusmi tetangga saya. Setelah mendapat ijin, istri saya langsung berangkat. Sepeninggal istri saya, saya terus melanjutkan aktivitas hobi saya. Karena asyiknya, saya tidak menyadari kalau tetangga saya Sari ada di depan pagar rumah. "Rajin banget mas ngrawat burungnya", ujar Sari. "Ech, ya mbak. Maklum, hobi banget mbak sama burung" Ujarku. "Saya juga seneng banget mas sama burung, cuma masalahnya sekarang gak da burung yang bisa dirawat" jawab Sari sambil senyum2. "Wch, burung yang mana nch mbak" jawabku menggoda. "Itu mas, burung yang di balik celana" jawabnya sambil tertawa. Mendengar jawaban seperti itu kontan aku terkejut. Karena terus terang selama menikah dengan istriku baru kali ini ada wanita yang ngomong blak-blakan. Dan sebagai pria normal kontan saja penisku langsung bereaksi. "Mbaknya ke mana tch mas kok sepi ?" Tanya Sari kepadaku. "Lagi keluar Sar, masuk aja sini daripada di depan pagar" undangku. "Gak pa2 tch mas aku masuk ?" Tanyanya. "Gak pa2 Sar, nyante aja. Kan cuma duduk aja. Daripada di depan pagar kayak orang minta sumbangan..." jawabku. Setelah masuk ke halaman rumahku, Sari ikut duduk melihat burung peliharaanku. Dan kami pun mengobrol dengan biasa tanpa ada pikiran yang macam- macam menginggat aku sendiri seorang pendatang dan belum pernah berbuat yang aneh- aneh terhadap wanita lain selain istriku. 
Malam itu, kami lalui dengan aktifitas seperti biasa. Makan malam bersama, nonton TV bersama keluarga dan kemudian menjelang malam kami pun akhirnya tidur. Namun justru pembicaraanku dengan Mbak Sari tadi membuat aku penasaran dan tidak bisa tertidur. Otakku mulai dipenuhi pikiran mesum dan berkhayal gimana rasanya berhubungan seks dengan wanita lain selain istriku. Membayangkan paras dan body seksi milik Mbak Sari membuat jantungku berdegup kencang dan kontan penisku mulai terbangun. Akhirnya kubangunkan istriku yang sedang tertidur. "Sayang..." ujarku penuh mesra di telinganya sambil kugoyangkan badannya. "Kenapa Yah..." jawab istriku sambil setengah mengantuk. "Lagi kepengen nch sayang..." Pintaku kepada istriku. "Waduch, maaf ya Yah.. Bunda lagi dapet sekarang.. Mulai tadi sore... Tadi bunda lupa ngasih tahu Ayah.." jawab istriku. Aku yang sedang bernafsu akhirnya tertunduk lemas diiringi lemasnya penisku. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur dengan perasaan campur aduk memenuhi benakku. 
Aku tertegun melihat Mbak Sari yang hanya mengenakan daster yang bahannya begitu tipis, sehingga bagian dalam tubuhnya tampak menerawang. Dan yang membuat aku menelan ludah adalah karena Mbak Sari tidak mengenakan bra di bagian dalamnya. Sehingga buah dadanya begitu transparan di balik daster tipisnya. Dan nampak kedua putingnya yang dihiasi aerola berwarna coklat tercetak jelas di balik dasternya. Kontan penisku pun menggeliat di balik celana boxer yang kukenakan. Mbak Sari melangkah mendekatiku dan dengan manjanya merangkulkan kedua tangannya di pundakku. Wajahnya begitu dekat dengan wajahku sehingga hembusan nafasnya begitu membuat tubuhku semakin merinding menahan nafsu birahiku yang sudah memuncak. Tanpa banyak waktu segera kulumat bibirnya yang begitu mengairahkan. Lidahku menyeruak masuk ke dalam mulutnya sampai akhirnya lidah kami bertemu dan saling beradu. "Mmff..hhh.." desah suara Sari yang keluar diantara ciuman kami. Sambil asyik berciuman, tanganku pun mulai bergerilya meremas buah dada Sari yang masih tertutup dasternya.. "Sshhh...hmmff.." Desah yang keluar dari bibirnya yang masih kusumpal dengan bibirku. Puas dengan bibirnya, bibirku pun mulai menyusuri jenjang lehernya yang putih mempesona. Kuciumi serta kujilati lehernya yang putih dan sangat membuatku terangsang... Sari hanya mendesah kenikmatan, sementara tangannya langsung mencari penisq yang masih terbungkus celana boxerku.. "Wch, udch tegang banget ya mas... Pasti udah gak sabar ych..." Kata Sari ketika tangannya menemukan barang pusakaku.. "Ya nch, kayaknya langsung ngaceng nglihat kamu Sar.."Jawabku sambil terus menciumi jenjang lehernya dan tanganku terus meremas buah dada miliknya yang masih sangat padat dan kenyal.. Maklum, janda kembang karena belum pernah dipakai menyusui maka buah dadanyapun masih sangat kenyal dan indah. Tidak puas dengn meremas dari luar, kunaikkan ke atas dasternya dan tanganku pun kumasukkan ke dalam daster Mbak Sari yang sudah mulai menikmati cumbuanku dan kuremas-remas buah dadanya yang sudah tidak terbungkus bra kuplintir putingnya sambil kami terus berciuman.."Umhh...umhh..." Desahnya ditengah cumbuan kami.. Kemudian, kubuka daster yang dipakainya, dan langsung terpampang pemdangan yang sangat2 luar biasa.. Buah dada dengan kulit putih yang masih kencang banget dengan sepasang puting berwarna coklat muda tanpa ada sehelai kain pun di bagian atasnya yang tersisa hanya CD G-String merah muda yang menutupi bagian kewanitaannya. Aku terus menjilati leher, telinga dan bahunya. Kubasahi bagian tubuh atasnya dengan ludahku sambil tanganku terus aktif memilin puting dan meremas buah dadanya yang sangat indah. Kurebahkan Sari di atas kasur di dalam kamar. Sambil kukenyot buah dadanya sambil lidahku memainkan putingnya.. Kadang kusedot dan kugigit perlahan putingnya yang memberikan sensasi luar biasa kepada Sari.. "Ach..ach.. Sshh... Enak banget mas.. Terus mas... Pean pinter banget mainin putingku mas.." Ujarnya.. Sambil terus memainkan putingnya, tanganku pun menelusuri ke dalam celananya ke bagian bawah memeknya... Kuelus2 memeknya yang masih terbungkus CD.. Dan Sari pun makin menggelinjang... "Ach...ach...geli banget mas.." Ujarnya... Semakin penasaran dengan tubuhnya, segera kubuka CD yang menutupi memeknya.. Sambil aku membuka seluruh pakaianku..kini kami berdua sudah sama2 bugil dan penisku mengacung tegang.. Melihat penisku yang tegang, Sari pun langsung memegang kontolku dan memasukkan kontolku ke dalam mulutnya... Diemutnya kontolku sambil lidahnya memainkan kepala kontolku yang udah menegang dan membesar... "Och...nikmat banget Sar... Ngemutmu maut banget... Enak banget Sar..." Ujarku.. Melihat aku menikmati perlakuannya, Sari pun semakin liar mengoral kontolku.. Bahkan biji kontolku pun tidak luput dari jilatan dan sedotannya.. Yang membuatku semakin merem melek dibuatnya... Kemudian ku posisikan tubuhku diatasnya, sehingga sekarang kami ada dalam posisi 69... Sari masih terus mengoral kontolku.. Sementara, memeknya mulai kujilatin... Wangi khas memeknya membuatku semakin merangsang dan semangat menjilati memeknya... Kusedot sedot itilnya.. Yang semakin membuat Sari menggelinjang dan mengangkat-angkat pantatnya... "Ach mas.. Nikmat banget Mas... Rasanya aku kebelet pipis Mas.. Baru kali ini memekku dijilatin kayak gini Mas..." Ujarnya sambil menahan nikmatnya rangsangan yang kuberikan di bagian vitalnya. Terus kujilati itilnya sambil kucolokan lidahku ke dalam lubang memeknya yang sudah mulai basah. Dan akhirnya Sari pun mencapai orgasmenya yang pertama. "Akkhhh...Akkku...kelluar Mas...." Ujarnya ketika mencapai orgasme.. Langsung kusedot cairan vagina yang keluar dari memeknya... Karena sudah tidak tahan menahan nafsuku untuk mengentot memek Sari, aku pun langsung mengambil posisi di depan memeknya... Perlahan, kudorong kontolku ke dalam memeknya.. Pertama agak susah karena memeknya lama tidak dipakai, namun dengan sedikit tekanan ke lubang memeknya dan BLESS... Kontolku langsung masuk ke dalam memeknya... Kudiamkan kontolku sejenak, menikmati kedutan2 dan pijatan dinding vagina Sari yang masih terasa rapat dan legit. Perlahan kugoyang kontolku maju mundur, dan gila... Vaginanya sangat sempit dan terasa nikmat banget... "Ach...och... Emhh...nikmat banget mas.." Desah Sari ketika kontolku bergerak maju mundur di dalam vaginanya.. 5 menit kugoyang dalam posisi konvensional, terlihat Sari akan mencapai orgasmenya yang kedua... "Ach...mas.. Akuuu keluuarrr.." Desahnya ketika mencapai orgasme.. Tubuhnya langsung terkulai lemas.. Sedangkan aku masih belum menunjukkan tanda2 akan mencapai klimaks... "Kamu kuat banget mas... Belum pernah aku orgasme seperti ini mas.. Aku mau mas ngentot sama pean truz..."Ujarnya.. Segera kubalas kata-katanya dengan ciuman lembut di bibirnya.. Kemudian kuposisikan Sari dalam keadaan nungging... Dan langsung kusodok vaginanya dari belakang.. Kini kami melakukan gaya doggy style.. Dalam posisi seperti ini, pijatan dan sensasi memeknya semakin luar biasa... Kugoyang dengan tempo kadang cepat..kadang pelan..."Och..och.. Gila, memekmu nikmat banget Sar... Rasanya kontolku bener- bener dimanjain sama memekmu..." Ujarku... "ya mas, kontolmu juga luar biasa banget mas.. Udah gede..panjang.. Kuat lagi.." Jawabnya.. "Entotin aku terus ya mas.." Pintanya.. Yang kujawab dengan anggukan kepala sambil kontolku terus mengocok dan mengaduk- aduk isi vaginanya... tak lama, aku merasakan sesuatu berkedut- kedut , ternyata Sari akan orgasme untuk yang ketiga kalinya.. "Mas.. Akuu mauu keluarr lagii..".. "Sabar sayang, aku juga mau keluar.. Kita keluar bareng ya.. Spermaku dimasukkian atau dikeluarin..?" Tanyaku... "Masukkin aja, gak pa2 mas.. Aku pake KB kok..." Jawabnya... Mendengar jawabannya langsung semakin kugoyang dan kusodok dengan kasar vaginanya... Sampai menimbulkan suara kecipak akibat cairan vaginanya dan sensasi bertemunya pantatnya dengan perutku... Akhirnya Sari pun mencapai orgasmenya.. "Mas.. Akuu keluarr.."... " Aku juga sayang...".. Jawabku diiringi dengan semburan spermaku ke dalam rahimya... Crott...croott... Banyak sekali spermaku yang masuk ke dalam rahimnya... Dan seketika itu juga aku terkejut dengan suara bising yang mengaung di telingaku dan sontak membuat aku kaget dan terbangun. Ternyata aku bermimpi dan kudapati celanaku basah akibat mimpi menggauli Sari tetanggaku.
Aku terbangun dengan perasaan campur aduk. Antara puas dan penasaran. Puas, karena spermaku keluar akibat mimpi basah dan penasaran dengan Sari tetanggaku. 
Pagi itu kumulai rutinitas pagiku dengan merawat burung peliharaanku. Dan sungguh tak terduga, Mbak Sari ternyata sedang sibuk menjemur baju di halaman depan rumahnya. Ketika melihatku, Sari pun tersenyum. Senyum yang sungguh manis dan membuat pikiranku kembali teringat mimpi semalam. Membuatku semakin penasaran dan akhirnya berambisi untuk bisa menyetubuhi tetanggaku yang cantik dan sexy ini. "Tunggu saja Sari, pasti akan tiba waktunya aku akan mengentot kamu.." Ucapku dalam hati sambil mengelus kontolku yang kembali menggeliat melihat Sari tetanggaku yang seksi.